Wednesday, July 28, 2010

Arah angin PEREKONOMIAN kuartal II

Laporan Kemajuan perekonomian telah terbit, dan stabil tak berjalan cepat. slowly but sure mungkin kita dapat berikan penilaian kinerja para penggerak roda perekonomian negeri ini.Adakah keseriusan anak bangsa melihat kemana arah perekonomian kita saat ini. Dibandingkan dengan negara AseAn lainnya, kita masih terbelakang. benarkah negara ini negara yang pertumbuhan perekonomiannya hanya biar lambat asal selamat. Atau memang laporannya yang salah mencatat, dapat kita melihat banyak berkeliaran mobil mewah nan indah dijalan raya dan Mal - mal Besar. Bahkan gaya belanja yang serba kredit dengan penggunaan kartu kreditpun semakin besar.
Langkah perubahan besar bagi bangsa untuk melakukan revolusi kehidupan disegala level kehidupan perekonomian bangsa ini. Jangan hanya menghaarapkan penerimaan dari sektor perpajakan, dan pengeluaran pemerintah/ belanja negara saja bangsa ini menghidupakan roda perekonomian bangsa ini. Sudah waktunya pemerintah menentukan arah angin perekonomian kuartal II ini dengan blue print yang jelas. Arah tujuan yang jelas dan alat ukur kinerja yang jelas tidak hanya normatif saja ukuran penilaiannya. Dukungan pemerintah dengan ide yang baru bukan hanya ide yang lama saja dan sesuai dengan kepentingan pribadi saja. Langkah maju kedepan sampai kearah dua puluh tahun kedepan. Jangan hanya lima tahun atau dua tahun kedepan hanya untuk masa jabatan saja buat kinerja masa jabatan.
langkah perekonomian yang jelas bukan hanya untuk beberapa kaum yang dapat menikmatinya, tetapi untuk semua kalangan dan jauh kedepan.Bukan hanya syarat masa jabatan saja, seakan arah perekonomian bangsa ini seperti milik pribadi atau kaum partai saja. Atau kita hanya bisa terombang - ambing dengan arah perekonomian global atau dunia. Saatnya bertindak dan menentukan langkah.

Wednesday, May 19, 2010

Only paranoid can survive

Menurut analisa saya dinegeri ini tidak diperlukan orang yang pintar, yang diperlukan hanya orang gila yang memiliki visi jelas yang dapat membimbing orang bodoh dan pintar negeri ini. orang yang sangat pintar dan berdedikasi juga berintegrasi malah hengkang kenegeri orang. Bayangkan orang yang ahli dibidangnya malah mencari pekerjaan di Bank DUNIA, negeri ini apa tidak melihat kopetensi yang handal dimata dunia diakui, sedangkan dinegeri sendiri dicampakkan.
Sungguh ironisnya skenario bangsa ini apa bangsa yang seharusnya menjadi pemimpin dimasa depan malah menjadi negeri impian saja. bayangkan bila negeri ini dipimpin oleh orang yang gila tapi memiliki visi kedepan. seperti Jack Welch, pasti semua tikus - tikus negeri ini dikumpulkan, dikremes lalu dibakar. perlu ada ketegasan dalam mengambil keputusan ditengah ketidakpastian. Only paranoid can survive saya pikir berlaku dinegeri ini karena waras saja tidak cukup

Friday, October 2, 2009

keSaktian yang tak pernah pudar

Bila melihat hari demi hari bangsa ini, semakin baik adanya dibanding dengan tahun sebelum kemerdekaan. Sebagaimana mestinya kita bersyukur akan adanya nikmat yang diberikan. Bila kita tidak demikian kita hanya merasa menjadi bangsa yang kekurangan terus-menerus. Rongrongan dari bangsa lain, ataupun kebodohan dan kemiskinan juga tidak kalah ambil bagian untuk menghancurkan bangsa yang kaya ini.
Ini bukti kesaktian pancasila dan lambang negara kita burung Garuda. Kebanggaan kita atas negara ini, harusnya kita tanamkan kepada generasi selanjutnya. Bagaimana generasi muda memahami atas kesaktian sedangkan para pejabat hanya mementingkan diri sendiri,kaum, golongan dan keluarga... Padahal bangsa ini kaya akan masyarakat yang majemuk, jadi mengapa harus dipertentangkan atau disingkirkan.
Mari buktikan bahwa kesaktian itu masihlah mendarah daging pada generasi muda ataupun semua generasi bangsa ini. Cukup sudah bangsa ini disepelekan bangsa lain......Mari saudaraku yang berada dinegara lain kembalilah bangun bangsa ini.....merdeka

Friday, September 11, 2009

Ada Apa Dengan bANK CENTURY (AADbC)

Mendengar berita, melihat para nasabah berteriak akan hak yang diperjuangkannya atas dana yang diberikan kepada bank tersebut. Maksud hati untuk investasi atau menabung malah menjadi bencana. Apa yang terjadi dengan bangsa ini sudah ada standar BANK INDONESIA atas bank yang beroperasional di Indonesia, mengapa masih ada yang lolos dari standar bahkan sudah menjadi bencana bagi masyarakat.
Penerapan standar BANK INDONESIA belum diindahkan oleh bank CENTURY, atau meman tidak mengetahui standar tersebut. Ada standar CAR, NPL dan sebagainya suatu bank agar dikatakan layak bagi suatu bank...
Mengoperasikan suatu bank yang bodong, mencerminkan kurang profesionalnya para pengatur dan penjaga stabilisasi moneter bangsa ini. Lebih baik likuidasi dan berikan sanksi keras bagi Bankir yang nakal dan bermasalah. Agar dimasa depan tidak berdampak bagi semua orang.
Harus memberikan bangsa ini, sebagai nasabah kita juga harus mengikuti standar yang berlaku dari Bank INDONESIA, begitu juga harus BANKIR lebih patuh atas standar yang ada agar kesehatan perbankan dan stabilisasi moneter indonesia menjadi baik dan semakin jaya.

Wednesday, August 26, 2009

Tari PENDET ASSeT BALI

Mendengar kata Pendet orang pasti teringat akan tarian khas bali. Batik, keris, reog dan lainnya boleh diklaim oleh malaysia. Semua negara memiliki batik, keris dan tarian yang mempunyai ciri khas. Apakah tarian pendet khas Malaysia, atau menggunakan tanpa seizin oleh masyarakat Bali. Pembuktian bahwa negara tetangga kita miskin akan kreatifitas sumber daya, budaya dan adat istiadatnya. Mengapa Indonesia tidak sekalian diklaim milik malaysia, toh TKI banyak disana dan pendatang atau para ahli banyak yang menetap dan beranak cucu dinegeri Jiran tersebut.
Bangsa Indonesia yang kaya akan semuanya, mengapa harus diperdebatkan masalah ini. Bila memang negeri tetangga mengakui bahwa semua yang berasal dari negeri kita itu menjadi milikNYa. Kita harusnya bersyukur terlebih dahulu karena kita kaya akan budaya, kita mempunyai budaya yang unik dan masyarakat kita kreatif. Lalu selanjutnya kita bercermin ini merupakan cambuk bagi negeri indonesia tercinta, mengapa kita porak poranda atas malaysia.
Negeri yang kaya dan besar takut kepada negeri yang kecil dan pernah belajar kepada negeri indonesia. Pemerintah kita seharusnya berani mengambil langkah yang tegas, jangan takut kepada negeri jiran.

Thursday, July 23, 2009

OPtimisme ditengah PASCAPILPRES

Melihat indikator perekonomian, Indonesia tidak menunjukan kondisi yang dinamis hanya diam ditempat saja setelah pasca pilpres. Hanya kondisi POLITIK dan Keamanan negeri ini yang dinamis. Peledakan BOM, isu teror bom dimana - mana, calon pilpres yang kalah saling melakukan manuvernya. Kondisi perekonomian bangsa ini akan terpuruk bila masyarakatnya sudah tak aman lagi tinggal di negri ini.
Bangsa mana yang bisa mempercayai bila pemimpin bangsa ini sudah tak bisa menjadi pemimpin dan melindungi bangsa ini. Haruslah kita optimis dengan negri ini, berjuang dengan keras agar bangsa ini menjadi yang terbaik. Para pemimpin bukan sibuk dengan posisi masing - masing, tetapi memberikan kontribusi terhadap negri ini tanpa harus berkelahi atau mengorbankan saudara bangsa sendiri.
Wahai saudaraku optimislah agar bangsa ini tidak terpuruk. Bila diijinkan meminjam kata John F Kennedy "jangan tanya apa yang diberikan negara padamu, tetapi apa yang dapat kamu berikan pada negaramu". Biarlah yang petani tetap petani, pebisnis tetap pebisnis, para politik tetap politik dan lainnya, tetapi semua memberikan kontribusi untuk bangsa ini. Untuk memberikan kontribusi bagi bangsa ini tidak hanya melalui jalur POLITIK, masih banyak jalur lain yang lebih hebat sehingga optimislah membangun negeri ini. Mari Bangkit Bangsaku OPTIMISME harus digerakkan.

Sunday, June 1, 2008

EKONOMI PANCASILA ditengah GLOBALISASI

Perkasakah Lambang negara ini menyangga bangsa ini, ditengah maraknya globalisasi didunia sekarang ini. Bila kita melihat sekeliling kita globalisasi secepat informasi bergerak, semua orang dapat berkomunikasi dengan cepat. Maka orangpun tidak dihalangi ruang dan waktu lagi. Maka jaman sekarang bila kita tanya masyarakat kita masih ingatkah sila dari pancasila bunyi. Ada yang ingat ada juga yang tidak ingat, bagaimana mungkin fakta dilapangan kebanyakan tidak ingat tentang pancasila itu sendiri.
Sebagai dasar negara banyak masyarakat kita lupa dan tidak mengamalkan sila pancasila didalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi pada sistem perekonomian bangsa ini, bagaimana kita bisa menjalankan sistem perekonomian pancasila ditengah globalisasi yang secepat ini. Sebagai contohnya sila pertama ketuhanan yang maha esa, tetapi tindakan kriminal dan korupsi di indonesia setiap tahun meningkat, dan pengeboman dimana - mana, isu ras sangatlah membuat konflik yang berkepanjangan.Membuat perekonomian kita menjadi morat - marit atas pergolakan - pergolakan yang terjadi, kerugianpun tidak tanggung - tanggung, membuat pembangunan yankg dilakukan hanya jalan ditempat.
Begitulah kenyataan pahit atas dasar negara di era GLOBALISASI, dasar negara atas dasar globalisasi, banyak orang mementingkan partai, golongan dan etnis sendiri. Bukannya persatuan indonesia yang dikedepankan. Bangsa ini haruslah menjalankan sistem perekonomian pancasila yang berasaskan pancasila sebagai dasar negara. Bagi indonesia menjadikan bangsa yang makmur adalah cita - cita yang luhur dan Pekerjaan Rumah (PR) yang tak kunjung usai. salam pancasila di era globalisasi bangkit bangsa ku.

Tuesday, May 27, 2008

Efek TRICKLE down atas BBM

Bila kita lihat atas efek atas kebijakan kenaikan BBM sangat dirasakan seriap lapisan. Banyak lapisan yang berteriak atas efek kenaikan BBM tersebut. Demonstrasi adalah cermin yang kita lihat dimana - mana, baik mahasiswa, para supir, kaum buruh dan banyak lagi. Dari hal tersebut manakah kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat kecil. BLT wujud dari kebijakan pemerintah untuk memihak rakyat kecil, disayangkan pihak rakyat kecil yang berdemo atas kebijakan pemerintah.
Jadi sebenarnya kebijakan kenaikan BBM oleh pemerintah pro siapakah, apakah kenaikan minyak dunia, menutupi anggaran pemerintah yang defisit, menutupi kinerja pemerintah yang kurang memadai dan tidak dapat mensejahterakan rakyatnya, atau segelintir oknum yang diuntungkan atas kenaikan BBM. Efek trickle down dari kenaikan BBM adalah turunnya pendapatan perorangan, pengangguran, phk besar - besaran, meningkatnya angka kebodohan, angka kemiskinan mengalami peningkatan, peningkatan penderita kurang gizi dan angka kematian atas kelaparan menjadi meningkat. Jadi efek dari kenaikan BBM mendukung program pemerintah yang memberikan rakyat kecil melalui BLT, bila dikaji uang BLT tersebut dari manakah?. Dana tersebut sebenarnya dapat memberikan lapangan pekerjaan yang memberikan efek lebih daripada BLT dan kenaikan BBM.
Benar angka kemiskinan dapat ditekan melalui BLT, setelah dana BLT habis maka orang miskin tersebut semakin miskin. Dimana semua harga naik maka orang miskin yang menerima dana tersebut tidak dapat menikmati dana yang diiming - imingkan oleh pemerintah. Maka jelaslah maka dana tersebut hanya pelicin untuk meng-goalkan kebijakan pemerintah. Maka angka kelaparaan bagi masyarakat miskin jadi meningkat dan berimbas keangka kematian meningkat. Jadi angka masyarakat miskin dapat ditekan oleh kebijakan kenaikan BBM yang berakibat pada angka kematian orang miskin yang tinggi karena tidak pastinya tujuan kebijakan pemerintah.

Thursday, May 15, 2008

Tiba saatnya untuk melihat LUMBUNG PADI kita

Bila kita melihat sejarah pada jaman orde baru presiden RI kedua menerima, penghargaan dari organisasi dunia atas keberhasilan bangsa kita karena dapat swasembada beras. Tetapi permasalahan swasembada pangan dan keamanan pangan (food security) terutama beras di Indonesia selalu menjadi bahan perdebatan seru, mengingat beras merupakan komoditi pangan utama penduduk Indonesia dan juga sektor yang cukup banyak melibatkan rakyat dalam proses produksinya. Sehingga beras menjadi komoditi strategis yang tidak mungkin dilepaskan ke dalam mekanisme pasar tanpa adanya campur tangan pemerintah. Permasalahan ketahanan pangan meliputi dua hal penting yaitu ketersediaan produk dan keterjangkauan harga produk.

Ketersediaan dilumbung kita atas komoditi ini dipengaruhi oleh tingkat produksi yang sangat tergantung oleh alam. Dalam kondisi panen raya, dimana produk berlimpah dan harga menjadi murah, diperlukan penentuan harga minimum oleh pemerintah untuk meningkatkan harga sehingga petani tidak dirugikan dan kelebihan produk akan dibeli untuk stok pangan. Hal ini juga untuk mencegah adanya ekspor gelap, suatu permasalahan yang saat ini sedang ramai dibicarakan.

Jika kondisi alam tidak bersahabat sehingga terjadi paceklik, maka terjadi kekurangan produk yang mengakibatkan harga menjadi terlalu tinggi. Peran pemerintah adalah memberlakukan harga maksimum sehingga harga yang dianggap terlalu tinggi dapat diturunkan dan untuk menambah jumlah produk di pasar dilakukan operasi pasar dengan mensupplai stok beras. Ini juga untuk mencegah terjadinya impor gelap.

Belum lagi kondisi perbankan di negara kita kurang mendukung lahan pertanian dan industri lumbung bpadi kita ini. Investasi di sektor ini sangat riskan menurut para ahli dan tingkat jaminan dan tingkat pengembaliannya tidak dapat terprediksi. Seharusnya dapat menjadi lembaga yang mensupport para petani.

Dari sektor lahan saja kita semakin berkurang dikarenakan lahan digunakan untuk apartment, perumahan mewah dan pusat perbelanjaan. Masih adakah lahan yang tersisa bagi tempat lumbung padi kita. Memang ironis bila kita melihat berdiri kokoh bangunan yang mewah sedangkan pusat pengembang bibit unggul padi hanya bangunan sederhana.

Proyeksi kebutuhan beras dalam negeri, sebagai pangan pokok (principal food) masyarakat, ditahun tahun mendatang akan terus meningkat. Menurut USDA, proyeksi import menunjukkan bahwa hingga tahun 2014 kebutuhan dalam negeri akan beras terus meningkat antara 22-25 juta ton seiring dengan pertumbuhan penduduk, yang diperkirakan akan mencapai 253 juta jiwa pada tahun 2014 (asumsi laju pertumbuhan tetap 1.49%/tahun). Hal ini dapat menyebabkan dari seluruh negara Asia Tenggara, Indonesia satu-satunya negara yang masih melakukan import dan tidak pernah mengeksport berasnya, serta kian jauh tertinggal dengan Vietnam yang terus mampu mengeksport berasnya, bahkan lebih tinggi dibanding Thailand.

Swasembada pangan, ketersediaan serta keamanan pangan (food security) harus diawali dengan kontinuitas dan kecukupan produksi pertanian dalam arti luas, dimana untuk mewujudkannya sektor pertanian tidak dapat melakukannya sendiri. Butuh kerjasama semua bidang dan keahlian untuk dapat terlibat didalamnya. Mulai dari peran serta penyuluh pertanian lapang ditingkat desa dan kecamatan serta seluruh penataan kelembagaannya, pemulian atau penakar tanaman atau ternak serta ikan sampai pada keahlian manajerial pemberian pupuk, air, pakan dan pemberantasan hama dan penyakit. Di dalamnya juga dapat terlibat berbagai industri hilir seperti industri pupuk, pakan ternak, pestisida, serta industri biologi dan kimia dasar. Untuk mempercepat laju pemenuhan kebutuhan pangan ini, penguasaan terhadap keahlian trans genik atau bioteknologi mutlak diperlukan. Belum lagi industri alat mesin pertanian dapat berkontribusi mempermudah pengelolaanya.

Ketersediaan pangan sesungguhnya pula merupakan tulang punggung pertahanan nasional itu sendiri. Tanpa pangan yang cukup dan bergizi, generasi penerus pun akan lumpuh secara perlahan. Jauh dari itu, ketergantungan pangan pada negara lain, biasanya berdampak juga pada tataran hidup yang lainnya, bahkan kadang kehidupan berpolitik dan agama pun dipertaruhkan.

Friday, October 5, 2007

Melihat Prospek PemBIAYAan ANJAK PIUTANG (FACTORING)

Dalam kenyataan selama ini adalah masih banyaknya sektor usaha yang menghadapi berbagai masalah dalam menjalankan usahanya. Masalah – masalah tersebut pada prinsipnya berkaitan dengan kurangnya kemampuan dan terbatasnya sumber – sumber permodalan. Tidak mudah mencari dana segar (fresh money) bagi pengusaha ataupun eksortir. Banyak eksportir mempunyai piutang atau tagihan, namun belum jatuh tempo (due), sementara kebutuhan dana segar makin mendesak untuk menjalankan bisnis. Salah satu solusinya adalah "factoring" atau anjak piutang.
Proses anjak piutang adalah perusahaan lembaga pembiayaan mengambil alih piutang (receivables) pihak klien dengan diskonto (discount) Alan C Shapiro, 1994. Pada umumnya, perusahaan anjak piutang akan membeli atau mengambil alih piutang pihak kliennya atas dasar nonrecourse. Artinya, perusahaan anjak piutang akan menanggung semua risiko kredit dan risiko politik, kecuali terdapat perselisihan yang terkait dengan transaksinya. Dengan kata lain, perusahaan anjak piutang tidak akan mengambil kembali uangnya yang sudah diterima pihak kliennya, sekalipun mengalami kebangkrutan.
Eksistensi kelembagaan anjak piutang dimulai sejak diluncurkannya Paket Kebijakan 20 Desember 1988 atau Pakdes 20, 1988 yang diatur dengan Kepres No.61 Tahun 1988 dan Keputusan Menteri Keuangan No 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988, anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam dan luar negeri (Kasmir, SE, MM, 2002).
Pengambilalihan piutang
Perusahaan anjak piutang hanya menangani piutang atau tagihan yang lancar dan sah, bukannya piutang yang bermasalah. Sebelumnya sudah tentu dilakukan analisis terhadap pihak klien sebagai penjual atau eksportir, demikian pula terhadap pelanggan atau pembeli atau importir. Selain itu, terdapat pembatasan minimal nilai faktur (invoices) yang dapat diterima, misalnya Rp 10 juta. Segera setelah faktur diserahkan kepada perusahaan anjak piutang, pihak klien akan memperoleh dana sekitar 75 – 80 persen dari nilai faktur.
Manfaat pembiayaan anjak piutang
Skema yang ditawarkan perusahaan anjak piutang kepada kliennya, pada hakikatnya memikat dan mengandung manfaat bagi eksportir atau perusahaan yang memiliki piutang atau tagihan.
Pertama, penyediaan dana segar. Dengan pola transaksi ekspor biasa, eksportir akan menunggu cukup lama untuk menerima dana tunai dari pihak importir melalui banknya atau bank lain sebagai bank pembayar (paying bank). Itu pun sejauh tidak ada perselisihan atau segala sesuatu sudah sesuai (comply with) dengan syarat-syarat yang disetujui dalam letter of credit (L/C). Dengan manfaat anjak piutang ini, eksportir tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memperoleh dana tunai.
Kedua, terjaminnya kelancaran usaha. Dana segar ini dapat dimanfaatkan sebagai modal kerja tambahan untuk menjalankan roda bisnis lebih lanjut. Dampak positif yang paling manis untuk dinikmati adalah aliran kas lancar. Dengan demikian, bisnis selanjutnya akan tetap lebih cepat berjalan.
Ketiga, mitigasi risiko kredit. Dengan pola anjak piutang ini, sejatinya pihak eksportir atau perusahaan yang memiliki piutang atau tagihan akan merasa aman. Para eksportir tidak perlu lagi memikirkan piutang atau tagihannya. Itu semua sudah diambil alih perusahaan anjak piutang. Inilah manfaat bagi pihak klien karena pembelian atau pengambilalihan tersebut berdasarkan tanggung jawab without recourse atau nonrecourse.
Ini berarti risiko kredit telah berpindah dari pihak klien kepada perusahaan anjak piutang. Klien tinggal memetik hasil panenannya. Tanggung jawab semacam ini tentu menimbulkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan with recourse yang berarti sebaliknya. Dengan kata lain, perusahaan anjak piutang tidak menanggung risiko apabila pihak pelanggan tidak mampu memenuhi kewajibannya. Akibatnya perusahaan anjak piutang akan mengambil kembali uangnya yang telah disampaikan kepada pihak kliennya.
Keempat, kelancaran penagihan piutang. Pihak klien yang merupakan perusahaan kecil barangkali mengalami kendala utama dalam menagih suatu piutang. Dengan skema anjak piutang ini, pihak klien tidak perlu lagi memperhatikan segala sesuatu mengenai penagihan piutang, karena semuanya sudah ditangani perusahaan anjak piutang secara profesional. Kondisi ini akan sangat membantu pihak klien untuk lebih memfokuskan perhatiannya pada upaya mengembangkan bisnisnya.
Kelima, terjaminnya tertib administrasi "penjualan" piutang. Ini merupakan manfaat yang sering dilupakan. Sebelumnya, pihak perusahaan anjak piutang akan meneliti dan menganalisis pihak klien dan pelanggan beserta administrasinya dengan seleksi yang ketat.
Alternatif pembiayaan
Anjak piutang akan menjadi salah satu alternatif alat pembiayaan perdagangan (trade financing) yang makin berkembang dan diminati di dunia perdagangan internasional. Nilai ekspor dunia yang dibiayai melalui anjak piutang mencapai sekitar 10 miliar dollar AS. Suatu jumlah yang tidak sedikit. Akan tetapi, anjak piutang di Indonesia masih belum sepopuler di mancanegara, padahal manfaatnya sangat jelas menarik. Namun, ini justru merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan anjak piutang dalam negeri untuk lebih banyak memasarkan produknya. Produk semenarik apa pun akan kurang dikenal publik tanpa pemasaran yang menggigit. Pada prinsipnya, anjak piutang juga berperan besar dalam menggerakkan sektor riil atau dunia usaha.